Profil Mata Pencaharian Penduduk dan Struktur Pekerjaan Masyarakat
Berdasarkan data pekerjaan penduduk, jumlah penduduk yang tercatat dalam berbagai kategori pekerjaan mencapai 3.005 jiwa. Struktur pekerjaan masyarakat menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi sumber mata pencaharian utama, disusul oleh kegiatan wiraswasta atau perdagangan serta pekerjaan sebagai buruh tani, buruh nelayan, dan buruh lainnya.
Kategori petani memiliki jumlah terbesar, yaitu 1.096 jiwa atau 36,5% dari keseluruhan penduduk yang tercatat. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pertanian masih memiliki peranan penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat dan menjadi salah satu sumber penghasilan utama.
Selanjutnya, wiraswasta atau pedagang berjumlah 736 jiwa atau 24,5%. Besarnya jumlah masyarakat yang bekerja sebagai wiraswasta atau pedagang menunjukkan adanya aktivitas ekonomi nonpertanian yang cukup berkembang di masyarakat. Sementara itu, kategori buruh tani/buruh nelayan mencapai 542 jiwa atau sekitar 18%, yang semakin memperlihatkan kuatnya keterkaitan masyarakat dengan sektor pertanian dan perikanan.
Pada kelompok pekerjaan lainnya terdapat pegawai swasta sebanyak 295 jiwa (9,82%), buruh pabrik sebanyak 283 jiwa (9,42%), serta PNS sebanyak 33 jiwa (1,10%). Adapun pekerjaan sebagai POLRI sebanyak 12 jiwa (0,40%), TNI sebanyak 7 jiwa (0,23%), dan dokter sebanyak 1 jiwa (0,03%). Beberapa kategori lainnya, seperti nelayan, bidan, dan perawat, tercatat belum memiliki jumlah penduduk pada data tersebut.
Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan bahwa struktur mata pencaharian masyarakat masih didominasi oleh sektor pertanian, baik sebagai petani maupun buruh tani/buruh nelayan. Di sisi lain, sektor perdagangan dan kewirausahaan juga mempunyai kontribusi yang cukup besar. Hal ini menunjukkan adanya kombinasi antara sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama dengan kegiatan perdagangan, usaha mandiri, dan pekerjaan di sektor industri maupun jasa.
Dengan demikian, potensi ekonomi masyarakat dapat dikembangkan melalui peningkatan produktivitas sektor pertanian, penguatan usaha mikro dan perdagangan, serta peningkatan keterampilan masyarakat agar pilihan pekerjaan dan sumber pendapatan menjadi semakin beragam. Pengembangan sektor-sektor tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu sektor ekonomi saja.