ASAL USUL DESA WATUBONANG
Menurut sejarah atau cerita sesepuh Desa Watubonang tentang asal usul Desa Watubonang adalah ada dukuh, didukuh itu terdapat batu besar maupun kecil ada pula yang besar dan lebar terkesan rata, orang menyebut bahwa batu itu batu platar karena lebarnya, diatas batu platar tersebut ada lempengan batu berbentuk empat persegi panjang tebal ± 25 cm sampai 30 cm pada lempengan batu terdapat benjolan - benjolan layaknya bonang, kalau benjolan batu tersebut dipukul akan mengeluarkan suara, apabila benjolan yang satu dengan yang lain dipukul akan mengeluarkan suara yang berbeda layaknya bunyi bonang yang sedang dipukul / ditabuh.
Pada waktu itu di malam hari dari kejahuan terdengar bonang yang sedang dipukul, setelah diperhatikan bahwa suara itu berasal dari batu yang berada diatas baru platar.
Setelah banyak orang yang tau dan melihat batu tersebut bisa berbunyi kalau dupukul, sehinggga kabar itu sampai ke Keraton Surakarta selanjunya Kanjeng Sinuwun ke IX di Surakarta utusan abdi dalem untuk menyatakan kebenaran kabar itu, setelah utusan sampai di tempat tujuan dan batu itu dipukul oleh abdi dalem bisa berbunyi, maka utusan dari Kraton Surakarta itu kembali dan melaporkan kebenaran atas kabar tersebut.
Karena batu itu dianggap batu ajaib oleh Kanjeng Sinuwun supaya batu itu diambil dan dibawa ke Keraton Surakarta. Abdi dalem akhirnya kembali ke tempat batu itu berada untuk mengambil batu itu untuk dibawa ke Keraton Surakarta, setelah utusan sampai ditempat tujuan para utusan mengangkat batu itu untuk dibawa ke Keraton Surakarta, namun anehnya batu itu mula-mula diangkat 2 orang karena memang kalau melihat batu tersebut tidak begitu berat yang seharusnya diangkat 2 orang itu mampu diangkat, namun dari ke 2 orang itu tidak mampu mengangkat batu tersebut, akhirnya dibantu oleh utusan yang lain, namun setelah diangkat beberapa orang tidak mampu mengangkat juga akhirnya salah satu Abdi Dalem mohon bantuan kepada orang yang rumahnya dekat dengan tempat dimana batu itu berada. Setelah orang itu sanggup untuk membantu maka pergilah orang itu ke tempat batu tersebut dan akhirnya orang itu mendekat batu yang dimaksud, sambil memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa karena batu itu akan diboyong ke Keraton Surakarta, setelah melakukan doa-doa akhirnya orang itu meminta 2 orang maju dan mengangkat batu tersebut, maka dengan ringannya batu itu diangkat dan langsung dibawa ke Keraton Surakarta, orang yang dimaksud tidak lain adalah Bapak Prawirodikromo yang mempunyai tanah pekarangan dimana batu itu berada.
Karena lempengan batu tersebut menyerupai bonang dan berada diatas batu platar maka dukuh itu oleh Kajeng Sinuwun IX di beri nama dukuh WATUBONANG yang sekarang dukuh Watubonang Rt 1 Rw 3, Dan batu tesebut berada di pekarangan bapak Pawirodikromo, maka oleh Kajeng Sinuwun IX, bapak Pawirodikromo diangkat penjadi polo ( Kepala Desa ) tetapi para penduduk tidak tau mulai tahun berapa bapak Pawirodikromo diangkat menjadi Polo/Lurah Desa.